Maqam: NahawandGenre: nasheed, munshidYear: 2001Type: nasheedComposer: Manis Helma
Story & Cultural Context
One of Inteam's most iconic tracks from their debut album 'Kasih Kekasih'. The song is a poignant reflection on death, grief, and the departure of a loved one, reminding listeners of the temporary nature of worldly life.
← Browse

AI-Enriched85%
Credits
ComposerManis Helma
LyricistIto Lara
ArrangementHijjaz
ProducerHijjaz Records
LabelNAR Records
Story & Cultural Context
One of Inteam's most iconic tracks from their debut album 'Kasih Kekasih'. The song is a poignant reflection on death, grief, and the departure of a loved one, reminding listeners of the temporary…
Titles in Other Languages
EnglishYour Departure
Lyrics
Kau masih tersenyum, mengubat lara, selindung derita yang kau rasa. Senyuman yang mententramkan setiap insan yang kebimbangan. Hakikat nyata tertangguh lagi derita di pangkuan islimu bayram. Menunggu saat ketikanya, diangkat rohmu bertemu yang islah. Dengan dicelup di becana air, kau sapu di muka. Menurangkan benih beralu fikir, menutur kasih pada umat dan Allah. Dan tiba lah waktu ajal bertemu penuh ketenangan, jiwamu berlalu linangan. Air mata syahdu ingin pemergianmu, oh sukarnya untuk umat menerima. Bahkan payah untuk Umar mempercaya, tetapi iman merelakan juwa bahwa manusia akan mati akhirnya. Kau telah fahs kata mengungkap ibah, gerhana seluruh semesta. Walaupun kau telah tiada, bersemarang cintamu selamanya. Dan tiba lah waktu ajal bertemu penuh ketenangan, jiwamu berlalu linangan. Air mata syahdu ingin pemergianmu, oh sukarnya untuk umat menerima. Bahkan payah untuk Umar mempercaya, tetapi iman merelakan juwa bahwa manusia akan mati akhirnya. Ya Rasulullah, kau tinggalkan kami warisan yang abadi. Dan bersaksilah sesungguhnya kami merinduimu.
