Maqam: NahawandGenre: nasheed, munshidYear: 2024Type: nasheedComposer: Syah Inteam
Story & Cultural Context
A collaborative tribute song between veteran nasheed groups Inteam and Far East, focusing on the themes of maternal sacrifice and a mother's plea for forgiveness for her imperfections. It was released as part of a project to revive the 'Far East' brand under Inteam Records.
← Browse

AI-Enriched95%
Credits
ComposerSyah Inteam
LyricistFedtri Yahya
ArrangementSyah Inteam
ProducerInteam Records
LabelInteam Records
Featured Artists
Far East
Story & Cultural Context
A collaborative tribute song between veteran nasheed groups Inteam and Far East, focusing on the themes of maternal sacrifice and a mother's plea for forgiveness for her imperfections. It was released…
Titles in Other Languages
EnglishForgive Me Mother for Being Imperfect
Lyrics
Duniamu menjadi saksi anjungi bukti, tempat ibumu dudukan kamu bermata hatiku. Tak pernah kami, serasa ini wahai anakku, besarkanmu mula dari dua jari telapak kaki. Aku tahu hatimu pilu, langkahmu malu, ibumu isriku tidak sempurna buta matanya. Di jalan engkau dihina, miliki ibu yang buta, engkau marah hingga kau lupa dakir Allah. Ketika engkau memalinkan muka, ibumu tersenyum, katanya engkau anak kecilnya. Tak cukup dewasa, jauh di hatinya, ibumu berdoa, moga kau berubah agar anaknya ketemu hikmah. Sucikan doa ibu, redha ibu, hidupmu cukur, engkau disanjur, engkau dicubur. Namun sayang kejayaanmu dipandang ibu, dicela manusia yang sempurna telah menunggati ibu. Ketika itu dirimu malu, di situ pun lihat ibumu seduh, ibumu seduh. Kurniuh ini menjadi saksi, anjungi ibu bukti, tempat ibu menanti. Hai permata hati, Allah hai Allah, keribah ibumu, bimbang masa berlalu, tak sempat ketemu. Ibumu isriku kini dah tiada, di hujung hayatnya sempat berkata, sayang engkau minum ibungan alkan, pesanku ibu ampunkan. Maafkan ibu, tidak sempurna di matamu, biar dihina. Ibu galah, sama ada, asalkan kau tak merasa. Maafkan ibu, tidak sempurna di matamu, biar dihina. Ibu galah, sama ada, asalkan kau tak merasa. Sudah sampai masanya, ku ceritakan rahsia, yang ku semadi atas permintaannya. Sempurna mu anakku, atas anugerah ibu, engkau lahir ke dunia buta matamu. Ibumu, istriku, hadiahkan matanya untuk dirimu. Walai sayangku, belum ku ketemu, hikmah zuriat itu dari rahim mulia.
