Skip to main content
Medley Pemergianmu & Syafaatmu (Live in Concert) cover art

Medley Pemergianmu & Syafaatmu (Live in Concert)

by Inteam

Album: Nasheeds

Duration: 6:39

Maqam: NahawandGenre: nasheed, madih, munshidYear: 2024Type: nasheedComposer: Manis Helma

Story & Cultural Context

This track is a live medley of two of Inteam's most iconic hits, 'Pemergianmu' and 'Syafaatmu', performed during their 20th-anniversary concert series. The songs reflect on the themes of loss, remembrance of the Prophet Muhammad, and the hope for his intercession (Syafaat).

← Browse
Medley Pemergianmu & Syafaatmu (Live in Concert)

Medley Pemergianmu & Syafaatmu (Live in Concert)

Nasheeds 6:39 2024
AI-Enriched90%
MaqamNahawand
Instruments
percussionstringspianovocal

Credits

ComposerManis Helma
LyricistIto Lara
ArrangementInteam Records
ProducerInteam Records
LabelInteam Records

Story & Cultural Context

This track is a live medley of two of Inteam's most iconic hits, 'Pemergianmu' and 'Syafaatmu', performed during their 20th-anniversary concert series. The songs reflect on the themes of loss,…

Titles in Other Languages

EnglishMedley of Your Departure & Your Intercession

Lyrics

Senyumamu, kemasih bersenyum membuat nara, selindung derita yang kau rasa, senyuman yang mententeramkan setiap insan yang kebimbangan, pergikan datang tertanggung lagi derita di pangkuan istrimu merau, menunggu saat ketikanya diangkat rumbu bertemu yang isa, menanti cenuh di pecah naib, kau sapu di muka mengurangkan pedih, beranggus ikir menutur kasih pada umat, dan akhirnya Dan tiba waktu akan bertemu penuh ketenangan, jiwamu berlalu dinakan, air mata syahdu iringi pemergianmu, sukar untuk umat menerima bahkan bayar, untuk Umar mempercaya tetapi iman merelakan jual bahwa manusia kan mati akhirnya, di alasullah muaf kau pintarkan kami warisan yang abad, dan bersaksilah sesungguhnya kami merinduimu. Sha'ba'at. Dekasi Allah cintamu durahku, rindu pada umatmu tak pernah jemuh, diam titis air mata kerana cinta kesudahan. Sungguh kau pilih jalan ketir itu, biar jasa terluka rela berkorbanan, dan anak puri tak ibu terhibur doa kududi. Ikal insan berlena, munajatmu disikap di gaya Allah Maha Esa. Walau dihina kau sabar, lebih umat itu yang utama. Yang utama, diriku sendiri ini, menjelang saat bersamamu di syurga. Air mata suci, menadam para api dari mereka syabat terakhir. Tiada indah hidup di dunia, tanpa wahyu ilahi sunang mulia. Badan nafas yang tersisa, hanyalah Rasulullah. صلى الله عليه وسلم