Skip to main content
PEMERGIANMU cover art

PEMERGIANMU

by Inteam

Album: Singles

Duration: 5:33

Maqam: NahawandGenre: nasheed, munshidYear: 2024Type: nasheedComposer: Syah Inteam

Story & Cultural Context

A special acoustic studio session under the iCaffé Studio series featuring Zakiy Hanafi and Mateen alongside Syah Inteam. The song is a tribute or 'remembrance' piece, often performed to evoke reflection on departure and the afterlife.

← Browse
PEMERGIANMU

PEMERGIANMU

Singles 5:33 2024
About this recordingAuto-generated
MaqamNahawand
Genre
nasheedNasheed · Arabic نشيدA devotional Islamic song. Traditionally sung by voice or with a frame drum; many modern ones add instruments.Browse →Glossary →munshidMunshid · Arabic منشدThe singer of nasheeds. "Inshad" is the act of performing them.Browse →Glossary →
Instruments
percussionstringspiano

Credits

ComposerSyah Inteam
LyricistSyah Inteam
ArrangementSyah Inteam
ProducerInteam Records
LabelInteam Records

Story & Cultural Context

A special acoustic studio session under the iCaffé Studio series featuring Zakiy Hanafi and Mateen alongside Syah Inteam. The song is a tribute or 'remembrance' piece, often performed to evoke…

Titles in Other Languages

EnglishYour Departure

Lyrics

Kau masih tersenyum mengubat lara, selindung derita yang kau rasa. Senyuman yang mententeramkan setiap insan yang kebimbangan. Hakikat nyata tertanggung lagi derita di pangkuan istrimu meros. Menunggu saat kedekanya diangkat rom bertemu yang isa. Tangan dicelur di bejana air, kau sapu di muka mengurangkan pedih. Berhalun zikir menutup kasih pada umat dan akhirat. Dan tibalah waktu ajal bertemu penuh ketenangan, jiwamu berlalu linangan. Air mata syahdu iringi pemergianmu. Hausukannya untuk umat menerima bahkan payah untuk umat mempercaya. Tetapi iman merelakan juwa bahawa manusia kan mati akhirnya. Tak terlafaz kata mengungkap hiuah, gerhana seluruh semesta. Walaupun kau telah tiada, bersemarak cintamu selamanya. Dan tibalah waktu ajal bertemu penuh ketenangan, jiwamu berlalu linangan. Air mata syahdu iringi pemergianmu. Hausukannya untuk umat menerima bahkan payah untuk umat mempercaya. Tetapi iman merelakan juwa bahawa manusia kan mati akhirnya. Ya Rasulullah kau tinggalkan kami warisan yang abadi. Dan bersaksilah sesungguhnya kami merinduimu.