Maqam: NahawandGenre: nasheed, munshidYear: 2024Type: nasheedComposer: Amirul Fauzan
Story & Cultural Context
A collaborative project featuring Amirul Fauzan and Fadzli from the veteran nasheed group Far East. The song is a metaphorical reflection on resilience and faith, using the imagery of a 'one-winged seagull' to represent finding strength in Allah despite personal brokenness.
← Browse

About this recordingAuto-generated
MaqamNahawand
Genre
nasheedNasheed · Arabic نشيدA devotional Islamic song. Traditionally sung by voice or with a frame drum; many modern ones add instruments.Browse →Glossary →munshidMunshid · Arabic منشدThe singer of nasheeds. "Inshad" is the act of performing them.Browse →Glossary →
Instruments
pianostringspercussionacoustic guitar
Credits
ComposerAmirul Fauzan
LyricistAmirul Fauzan
ArrangementAmirul Fauzan
ProducerInteam Records
LabelInteam Records
Featured Artists
Fadzli Far East
Story & Cultural Context
A collaborative project featuring Amirul Fauzan and Fadzli from the veteran nasheed group Far East. The song is a metaphorical reflection on resilience and faith, using the imagery of a 'one-winged…
Titles in Other Languages
EnglishOne-Winged Seagull
Lyrics
Ingin aku bertanya pada waktu, jika masih ada sisanya berikanku. Saat diwaku lelah melawan ujian, cinta ku lupa melukis cantiknya hujan. Syamar pernah melintas awan dengan satu sayapnya pernah, dan sakit sampai juga kesana. Anugerah iktibar sekecil itu tak susah kita fahaminya. Berhenti menangis itu sia-sia, lima badai kita berbeda-beda. Bakal bertemu jalan selesainya, perlu berhenti mimpi untuk sempurna. Syamar pernah melintas awan dengan satu sayapnya pernah, dan sakit sampai juga kesana. Anugerah iktibar sekecil itu tak susah kita fahaminya. Ingin aku bertanya pada waktu, jika masih ada sisanya berikanku. Saat diwaku lelah melawan ujian, cinta ku lupa melukis cantiknya hujan. Syamar pernah melintas awan dengan satu sayapnya pernah, dan sakit sampai juga kesana. Anugerah iktibar sekecil itu tak susah kita fahaminya. Berhenti menangis itu sia-sia, lima badai kita berbeda-beda. Bakal bertemu jalan selesainya, perlu berhenti mimpi untuk sempurna. Syamar pernah melintas awan dengan satu sayapnya pernah, dan sakit sampai juga kesana. Syamar pernah melintas awan dengan satu sayapnya pernah, dan sakit sampai juga kesana. Anugerah iktibar sekecil itu tak susah kita fahaminya. Syamar pernah melintas awan dengan satu sayapnya pernah, dan sakit sampai juga kesana. Anugerah iktibar sekecil itu tak susah kita fahaminya.
