Maqam: NahawandGenre: nasheed, madih, pop-nasheedYear: 2023Type: nasheedComposer: Syah Inteam
Story & Cultural Context
A collaborative tribute to Prophet Muhammad (PBUH) released by Inteam featuring the group Almawlid. The lyrics express a deep yearning to be with the Prophet and were written by the well-known Malaysian lyricist Fedtri Yahya.
← Browse

About this recordingAuto-generated
MaqamNahawand
Genre
OccasionMawlidnasheedNasheed · Arabic نشيدA devotional Islamic song. Traditionally sung by voice or with a frame drum; many modern ones add instruments.Browse →Glossary →madihMadih · Arabic مديحPraise poetry sung for the Prophet Muhammad ﷺ.Browse →Glossary →pop-nasheedNasheed · Arabic نشيدA devotional Islamic song. Traditionally sung by voice or with a frame drum; many modern ones add instruments.Browse →Glossary →
Instruments
percussionstringspianoacoustic guitar
Credits
ComposerSyah Inteam
LyricistFedtri Yahya
ArrangementChaan
ProducerInteam Records
LabelInteam Records
Featured Artists
Almawlid
Story & Cultural Context
A collaborative tribute to Prophet Muhammad (PBUH) released by Inteam featuring the group Almawlid. The lyrics express a deep yearning to be with the Prophet and were written by the well-known…
Titles in Other Languages
العربيةأريد أن أكون معك
EnglishI Want To Be With You
Lyrics
Walau dalam mimpi inginku bertemu denganmu, bicara insan istimewa, karena dirimu wujudnya cinta. Wahai Allah, tambahkanlah kasih dan rinduku padanya. Menunggu dari tak patah nanganku, ya Rasulullah, hilangkan dahadaku ini buat selamanya. Menunggu wajahmu yang indah dengan mataku ini, itulah impian inginku bersamamu. Ya Rabbi, salli ala Muhammad, Ya Rabbi, salli alaihi wasallim. Tak mampu ku menahan rinduku bila melihat rembulan, terbayang tercantikkan dirimu. Aku menyebut namamu selalu, wahai Allah, tambahkanlah kasih dan rinduku padanya. Menunggu dari tak patah nanganku, ya Rasulullah, hilangkan dahadaku ini buat selamanya. Menunggu wajahmu yang indah dengan mataku ini, itulah impian inginku bersamamu. Selawat dan atasku, hanyalah kepadamu. Kasih dan rindu ini, wahai Nabi, yang termulia. Hanyalah itu impikan, semoga dapat bersama. Izinkan aku nanti bersamamu. Menunggu dari tak patah nanganku, ya Rasulullah, hilangkan dahadaku ini buat selamanya. Menunggu wajahmu yang indah dengan mataku ini, itulah impian inginku bersamamu. Menunggu dari tak patah nanganku, ya Rasulullah, hilangkan dahadaku ini buat selamanya. Menunggu wajahmu yang indah dengan mataku ini, itulah impian inginku bersamamu. Menunggu dari tak patah nanganku, ya Rasulullah, hilangkan dahadaku ini buat selamanya. Menunggu wajahmu yang indah dengan mataku ini, itulah impian inginku bersamamu. Menunggu dari tak patah nanganku, ya Rasulullah, hilangkan dahadaku ini buat selamanya. Menunggu wajahmu yang indah dengan mataku ini, itulah impian inginku bersamamu. Dengan muka ingin selalu, ya Rasulullah, ingin bersamamu. Hilangkan dahadaku ini buat selamanya. Menunggu wajahmu yang indah dengan mataku ini, itulah impian inginku bersamamu. Dengan muka ingin selalu, ya Rasulullah, ingin bersamamu. Hilangkan dahadaku ini buat selamanya. Menunggu wajahmu yang indah dengan mataku ini, itulah impian inginku bersamamu. Hilangkan dahadaku ini buat selamanya. Hilangkan dahadaku ini buat selamanya. Hilangkan dahadaku ini buat selamanya. Hilangkan dahadaku ini buat selamanya.
