Maqam: NahawandGenre: nasheed, munshid, spiritualYear: 2024Type: nasheedComposer: Amirul Fauzan
Story & Cultural Context
A spiritual collaboration between the veteran Malaysian nasheed group Inteam and the young talent Amirul Fauzan. The song serves as a soul-searching piece reflecting on human weakness and the constant need for divine guidance and forgiveness.
← Browse

AI-Enriched95%
Credits
ComposerAmirul Fauzan
LyricistAmirul Fauzan
ArrangementAmirul Fauzan
ProducerInteam Records
LabelInteam Records
Featured Artists
Amirul Fauzan
Story & Cultural Context
A spiritual collaboration between the veteran Malaysian nasheed group Inteam and the young talent Amirul Fauzan. The song serves as a soul-searching piece reflecting on human weakness and the constant…
Titles in Other Languages
العربيةرنين الكلام
EnglishGroan of the Words
Lyrics
Bertempat di sudut sunyi yang kelam, lembaran suci yang tak lagi digenggam. Ayat-ayatnya seperti berbisik, memanggil jiwa yang mulai terusik. Setiap hurufnya membawa pesan, namun kini sunyi tanpa balasan. Rindu dibaca dengan hati terbuka, bukan sekadar suara tanpa makna. Rintihan ini adalah panggilan dari kalam yang kita lupakan. Di buai dunia, kita terlenar, hingga lupa cahayanya yang mulia. Di malam yang hening ia menangis, menyaksikan umatnya kian terkikis. Lupa pada janji yang pernah diucap, meninggalkan ketuman yang suci dan mantap. Ia tak pernah nelah menanti hati yang kembali dengan nurani, namun suara rintihnya semakin pudar. Ditinggalkan waktu yang kian hambar. Rintihan ini adalah panggilan dari kalam yang kita lupakan. Di buai dunia, kita terlenar, hingga lupa cahayanya yang mulia. Jika kau dengar, dengarlah lirihnya, mengalirkan kasih dari rapnya. Setiap ayat adalah pengawan, tu hati yang rindu dan gusar. Rintihan ini adalah panggilan dari kalam yang kita lupakan. Di buai dunia, kita terlenar, hingga lupa cahayanya yang mulia. Mari kembali membuka kitab, kita membaca setiap mata yang dijaga. Jangan biarkan rintihan gelanjut, Al-Quran menanti hati yang bangkit.
