Skip to main content
Sejadah Merah cover art

Sejadah Merah

by Ai Khodijah

Album: Singles

Duration: 5:29

Maqam: NahawandGenre: nasheed, sholawat, religious-popYear: 2024Type: nasheedComposer: H. Rhoma Irama

Story & Cultural Context

A cover of the classic religious song originally popularized by Rhoma Irama. The lyrics reflect on repentance and human vulnerability before God, symbolized by the 'Red Prayer Mat' (Sejadah Merah).

← Browse
Sejadah Merah

Sejadah Merah

Singles 5:29 2024
About this recordingAuto-generated
MaqamNahawand
Genre
nasheedNasheed · Arabic نشيدA devotional Islamic song. Traditionally sung by voice or with a frame drum; many modern ones add instruments.Browse →Glossary →sholawatSholawat · Indonesian / Malay from Arabic صلواتIndonesian and Malay sung blessings on the Prophet ﷺ.Browse →Glossary →religious-pop
Instruments
pianostringspercussionacoustic-guitar

Credits

ComposerH. Rhoma Irama
LyricistH. Rhoma Irama
ArrangementAmir
ProducerNissa Sabyan
LabelMilana Musik Nusantara

Story & Cultural Context

A cover of the classic religious song originally popularized by Rhoma Irama. The lyrics reflect on repentance and human vulnerability before God, symbolized by the 'Red Prayer Mat' (Sejadah Merah).

Titles in Other Languages

العربيةسجادة حمراء
EnglishRed Prayer Mat

Lyrics

Dulu waktu aku masih bersamanya
Dialah yang aku cinta, dialah yang aku puja
Ku diberi tanda mata sajadah merah
Katanya agar aku rajin ibadat
Sayang kisahku denganmu hanya sekejap saja
Dia menikah dengan pilihan ayahnya
Walau harus menderita, namun ku tetap berdoa
Semoga dia yang ku cinta berbahagia
Merana kini aku memang merana
Tapi pantang bagiku untuk berputus asa
Ku sadari cinta tak harus memiliki
Karena jodoh rezeki mati, oh takdir ilahi
Tinggalah kini hanya sajadah merah
Kawan setia dalam ibadat
Dulu waktu aku masih bersamanya
Dialah yang aku cinta, dialah yang aku puja
Ku diberi tanda mata sajadah merah
Katanya agar aku rajin ibadat
Merana kini aku memang merana
Tapi pantang bagiku untuk berputus asa
Ku sadari cinta tak harus memiliki
Karena jodoh rezeki mati, oh takdir ilahi
Tinggalah kini hanya sajadah merah
Kawan setia dalam ibadat
Dulu waktu aku masih bersamanya
Dialah yang aku cinta, dialah yang aku puja
Ku diberi tanda mata sajadah merah
Katanya agar aku rajin ibadat